tugas kejuruan 2

Nama               : Afiatur Rohmah

Kelas               : XI TKJ C

Tanggal            : 2 Mei 2013

Soal :

  1. Jelaskan perbedaan antara super user dengan user biasa di Linux.
  2. Sebutkan langkah-langkah melakukan konfigurasi IP di Linux.
  3. Apa yang anda ketahui tentang SSH di Linux.
  4. Perintah “ifconfig”. Jelaskan kegunaan perintah tersebut.
  5. Bagaimana cara menambahkan IP DNS di Linux Debian.
  6. Sebutkan langkah-langkah install FTP Server.

Jawaban :

  1. Dalam Linux, pembagian hak akses pemakai atau user dibedakan menjadi dua. Yaitu user biasa $ dan super user # (root).
    Dengan hak akses super user, kita diperbolehkan merubah, menambah, dan menghapus file konfigurasi system yang
    ada. Berbeda dengan user biasa, yang memiliki hak akses terbatas.
    Perbedaan antara user biasa dan super user, ditandai dengan symbol “$” dan “#” pada terminal. Untuk login ke super user, gunakan perintah su.

rahman@debian:~$ whoami
rahman
rahman@debian-:~$ su
Password: (masukan password root anda)
debian:/home/rahman# whoami
root

Walaupun dalam keadaan user biasa, kita masih bisa menggunakan hak akses root. Caranya tinggal ketikan perintah sudo sebelum perintah selanjutnya. seperti perintah dibawah ini :

rahman@debian:~$ sudo vi/etc/hosts

Jadi user biasa seperti ini :

rahman@debian:~$

dan Super User (root) :

root@debian:~#

  1. Untuk konfigurasi IP Address pada Linux/Debian, terdapat pada file /etc/network/interfaces. Untuk merubah konfigurasinya kita tinggal mengedit file tersebut dengan perintah:

#nano /etc/network/interfaces

Sama hal nya seperti konfigurasi IP Address di Windows, di Linux/Debian kita juga dapat menggunakan konfigurasi IP Address otomatis (dhcp) atau konfigurasi IP Address manual (static). Untuk membuat konfigurasi IP Address otomatis (dhcp), maka pada baris paling bawah kita harus menambahkan perintah di bawah ini:

auto eth0
iface eth0 inet dhcp

Untuk memperjelas silahkan lihat contoh gambar di bawah ini:

Sedangkan untuk membuat konfigurasi IP Address manual (static), maka pada baris paling bawah kita harus menambahkan perintah di bawah ini:

auto eth0iface eth0 inet static       address 10.10.10.1 (ip address kita)       netmask 255.255.255.0 (subnetmask jaringan kita)       network 10.10.10.0 (ip network jaringan kita)       broadcast 10.10.10.255 (ip broadcast jaringan kita)       gateway 10.10.10.2 (gateway/ip router jaringan kita)

Untuk memperjelas silahkan lihat contoh gambar di bawah ini:

Setelah melakukan pengaturan di file /etc/network/interfaces, jangan lupa menyimpannya dengan menggunakan perintah ctrl+x. Setelah itu, untuk mengaktifkan pengaturan tersebut maka kita harus merestart file konfigurasi tersebut dengan perinah:

#/etc/init.d/networking restart

Jika tidak ada pesan error maka pengaturan telah selesai, dan kita dapat mengecek nya dengan perintah ifconfig.

  1. SSH adalah protokol jaringan yang memungkinkan proses pertukaran data antara dua perangkat jaringan, bisa dilewatkan dalam satu jalur yang aman. SSH umumnya digunakan di linux atau os unix lainnya untuk bisa mengakses akun shell di komputer remote.

SSH adalah pengganti telnet dan aplikasi remote shell lainnya. Kelemahan telnet adalah dalam proses pertukaran datanya tidak menggunakan jalur yang aman. Misalnya password dikirim dalam format text biasa, sehingga memungkinkan pihak ketiga untuk mencuri data ditengah-tengan komunikasi itu (melakukan proses intercept). Sedangkan proses pengiriman data melalui ssh, dijamin lebih aman karena data yang dilewatkan ke jaringan sudah dienkripsi, sehingga bisa memberikan jaminan keamanan ataupun jaminan integritas data.

  1. Ifconfig atau Interface Configurator adalah sebuah perintah pada linux yang digunakan untuk mengkonfigurasi interface jaringan.
  1. Cara membuat DNS Server :

1)      Konfigurasi dulu IP address DNS server kita, misal kita berikan IP 192.168.1.1 dg prefix /24

2)      Install software DNS servernya, yaitu kita gunakan “bind9″

debian:~# apt-get install bind9 –y. File – file konfigurasi untuk bind berada pada direktori /etc/bind, supaya mudah kita pindah dulu ke direktorinya debian:~# cd /etc/bind

3)      Kita akan membuat file konfigurasi untuk konversi FORWARD dan REVERSE nya, didalam direktori bind sudah terdapat file database forward n reverse untuk loopback interface. DNS kita sudah terinstall satu domain, yaitu domain “localhost” dg IP “127.0.0.1″ pada loopback interface. Untuk memudahkan membuat file database forward n reverse untuk interface/IP yg sebenarnya digunakan kita bisa menggunakan database loopback dg sedikit perubahan. Untuk itu kita gandakan file2 yang kita butuhkan agar tidak merusak file loopback aslinya. File2 yg akan kita gandakan adalah db.127, db.local, dan named.confdebian:/etc/bind# cp db.127 192.db debian:/etc/bind# cp db.local smkbisa.db debian:/etc/bind# cp named.conf named.conf.backup (sebagai backup)

4)      Mengkonfigurasi file 192.db, yaitu file untuk konversi dari IP ke domain (REVERSE). Anggap saja kamus Inggris-Indo.debian:/etc/bind# nano 192.db

  • rubah semua kata “localhost” menjadi “smkbisa.com”
  • rubah “1.0.0″ yaitu 3 oktet terakhir dari IP loopback kita menjadi “1.1.168″ yg merupakan 3 oktat trakhir dari IP kita 192.168.1.1
  • jangan rubah yang lainnya, walaupun sebuah titik
  • simpan file

Sebelum

Sesudah

5)      Mengkonfigurasi file smkbisa.db, yaitu file untuk konversi dari domain ke IP (FORWARD). Anggap saja kamus Indo-Inggris. debian:/etc/bind# nano smkbisa.db

  • rubah semua kata “localhost” menjadi “smkbisa.com”
  • rubah “127.0.0.1″ menjadi “192.168.1.1″
  • dan ketikan “www     IN      A     192.168.1.1″ pada bagian paling bawah. Agar domain smkbisa.com bisa diakses juga dg http://www.smkbisa.com. Kalo mau domain kita juga bisa diakses dg alamat mail.smkbisa.com, tinggal tambahkan lagi di bawahnya “mail       IN        A         192.168.1.1″. Terserah maunya sipembuat, bisa juga diakses melalui namakamu.smkbisa.com, tgl tambah lagi konfigurasinya.

Sebelum

Sesudah

6)      Mengkonfigurasi file named.conf, kita akan menambahkan zona untuk reverse dan forwardnya smkbisa.com

  • Terdapat konfigurasi zona reverse dan forward untuk localhost, untuk membuat zona reverse dan forward untuk smkbisa.com kita bisa mencontek miliknya localhost. Tinggal ketik ulang atau copas konfigurasi zona localhost.

  • Ganti “localhost” dg “smkbisa.com”
  • Ganti keterangan file dg nama file konfigurasi smkbisa.com, “db.local” menjadi “smkbisa.db” dan “db.127″ menjadi “192.db”
  • Ganti “127″ yg merupakan oktet pertama IP loopback dg “192″ yg merupakan oktet pertama IP kita
  • Simpan file

Konfigurasi smkbisa.com berdampingan dg konfigurasi localhost

7)      Restart service DNS server (bind9). Apabila tidak ada pesan failed saat merestart berarti konfigurasi
debian:/etc/bind# /etc/init.d/bind9 restart

8)      Setting PC-server kita agar menggunakan dirinya sendiri sebagai DNS servernya. Dengan memasukan
IPnya sendiri dalam file resolv
debian:/etc/bind# echo “nameserver 192.168.1.1″ > /etc/resolv.conf
#atau secara manual dg masuk ke dalam file “/etc/resolv.conf” dan mengetikkan “nameserver
192.168.1.1″ tanpa tanda kutip
debian:/etc/bind# nano /etc/resolv.conf

9)      Tes hasil konfigurasi dg ping, nslookup, ataupun dig.

  1. Berikut langkah-langkah konfigurasi FTP :

1)      Install paket proftpd atau ftp vsftpd dengan perintah apt-get install proftpd

2)      Kemudian pilih Standalone

3)      Buat user atau tambahkan user baru untuk FTP dengan perintah adduser namauser

4)      kemudian, berikan hak akses untuk user tersebut supaya dapat mengakses ftp

5)      Restart ftp dengan perintah /etc/init.d/proftpd restart

6)      Cek melalui server dengan perintah ftp ftp.mia.com kemudian ketikkan nama user tadi dan passwordnya. Untuk memeriksa apakah ftp tersebut benar-benar dapat digunakan, buat sebuah direktori atau file di dalam ftp tersebut. Caranya ketikkan mkdir tes_dir

7)      Cek di client menggunakan browser, kemudian ketikkan ftp.mia.com kemudian Login